Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

Ikan Niasa (Pseudtropheus Auratus)

Written By Harri Akbar on Selasa, 22 Juli 2014 | 00.59

ikan niasa


Ikan Niasa (Pseudtropheus Auratus) | Akuarium Hias -Merupakan kerabat ikan nila (Tilapia nilotica) yang bertubuh elok warna warni. Niasa yang nama biasanya " Malawi Golden Cichlid ", terhitung family Cichlidae. Niasa memanglah tak asing lagi untuk beberapa penggemar maupun peternak ikan hias, lantaran ikan dari danau Malawi, Afrika, yang tubuhnya loreng kuning-biru-putih ini memanglah cantik.

Sekurang-kurangnya ada 3 type niasa. Tetapi yang umum di kenal yaitu Niasa biru serta Niasa kuning. Ikan jantan niasa kuning bila telah tua beralih warna jadi biru.

ikan niasa
ikan niasa jenis yang lain
Kebiasaannya mengerami keturunannya (telur ataupun anaknya) di dalam mulut, seperti ikan yang lain. Umumnya ikan Niasa perlu saat 4 minggu untuk mengerami telurnya, namun dapat diusahakan jadi cuma 2 minggu.

Pemijahan dan Tehnik Budidaya
Pemijahan ikan Niasa bakal sukses bila induk betina yang akan dikawinkan telah masak kelamin (usia 6 - 7 bln.) dengan ukuran seputar 4, 5 cm. Induk jantannya lebih langsing, sisi dekat sirip anus berbintik kuning. Sedang induk betinanya lebih gemuk, tiada bintik kuning di anusnya.

Memijahkannya dengan cara massal, ke dalam bak semen ukuran 1, 5 x 3 mtr. dengan kedalaman 0, 4 mtr. dimasukkan induk betina sejumlah 135 ekor, serta ikan jantan 15 ekor. Jumlah betina yang mencolok ini ditujukan supaya semakin banyak yang terlibat mengerami telur. Jadi lebih efisien serta efektif. Jantan yang telah memijah dengan satu betina, dapat siap lagi memijah dengan betina yang lain, sesaat betina yang pertama mengerami telurnya.

Mesti dipencet agar keluar
Tempat pemijahan yang digunakan, tak hanya bak semen untuk pemijahan massal, juga akuarium ukuran 40 x 40 x 80 cm untuk betina yang mengeram, bak plastik ukuran 20 x 25 cm, tinggi 10 cm untuk penetasan telur, serta akuarium perawatan burayak ukuran 40 x 40 x 80 cm. Sebelum saat dipakai, seluruhnya media pemijahan mesti bersih dari lumpur serta bibit penyakit. Sesudah disikat (limut yang melekat di dinding bak disisakan sedikit), tempat pemijahan dikeringkan dahulu sebelum saat di isi air.

ikan niasa
Proses mengeluarkan anakan dari mulut betina indukan

Air yang digunakan memakai air sumur yang sudah didiamkan satu hari semalam. Tujuannya supaya CO2 nya tak terlampau banyak. CO2 yang terlampau banyak dapat mengakibatkan ikan mati. Untuk menyingkirkan CO2 ini dapat dibantu dengan aerator. Suhu airnya berkisar pada 28 - 30 derajat Celcius serta pH netral.

Induk betina sejumlah 135 ekor serta induk jantan 15 ekor yang telah diambil dimasukkan ke dalam bak semen yang telah disediakan. Tiap-tiap pagi serta sore ikan di beri makan jentik nyamuk, air ditukar tiap-tiap hari, dengan menyedot sisi basic yang kotor seputar 1/3 sisi serta menggantinya dengan air yang telah diendapkan hingga ketinggian awal mulanya.

Seminggu sekali, induk betina yang telah mengeram (tandanya : mulutnya menggelembung, semakin besar di banding induk yang lain), dipindah ke akuarium pengeraman yang sama mutu airnya. Untuk lebih meyakinkan ada tidaknya telur, umumnya induk dipencet mulutnya untuk di check.

Ke dalam akuarium pengeraman ini diisikan paling banyak 30 ekor betina saja. Mereka tak perlu di beri makan, cuma airnya mesti disedot kotorannya tiap-tiap hari serta ditambah air baru yang bersih.
Sesudah satu minggu didalam akuarium, induk di tangkap. Pipinya ditekan, untuk keluarkan benihnya yang telah ber-ekor. Benih ini dimasukkan ke dalam bak plastik diisi air 3/4 sisi. Tiap-tiap bak dapat menyimpan 500 - 1.000 ekor benih. Bak ditempatkan di tempat teduh serta di beri aerator seperlunya, janganlah terlampau kencang.

Satu minggu sesudah dimasukkan ke dalam bak plastik, benih yang telah mulai dapat berenang dipindah ke dalam akuarium perawatan burayak. Burayak telah dapat di beri makan, bila telah dapat berenang. Sesaat itu, induknya dikembalikan lagi ke kolam pemijahan massal.

ikan niasa
Keuntungannya
Dengan langkah tersebut didapat banyak keuntungan. Pertama, induk betinanya dapat lebih efisien berproduksi. Lantaran kegiatan makannya tak terganggu dengan aktivitas mengeram yang terlampau lama, bulan selanjutnya induk telah dapat mengeram kembali. Ke-2, induk dapat digunakan dalam tempo yang lama, yakni 12 kali saat pemijahan atau satu tahun terus-terusan. Sesudah satu tahun, umumnya induk diafkir untuk menghemat makanan serta tempat. Langkah tersebut lebih untungkan di banding pemijahan umum yang memerlukan saat tenggang 2 - 2, 5 bln..

Ikan Uaru Amphyacanthoides

Written By Harri Akbar on Minggu, 13 Juli 2014 | 20.24

Uaru Amphyacanthoides
Koloni Uaru Amphyacanthoides
Uaru amphyacanthoides | Akuarium Hias -Datang dari sungai Amazon, Brasil masuk ke Indonesia pada awal th. 1980. Ikan dari famili Cichlidae ini panjang badannya bisa meraih 25 cm. Warna kulitnya kuning kecoklatan, dengan sapuan warna hitam terlukis dimulai dari pangkal ekor sampai belakang insang. Matanya berhiaskan garis merah serta kuning yang memutari pupil hitamnya. Gabungan warna badan itu makin menonjolkan penampilannya yang anggun. Bila berenang berbarengan - sama, mereka senantiasa membuat formasi yang rapi. Kalau tiba - tiba ada mangsa, dengan serentak mereka menyergapnya.

Keadaan air mesti baik
Langkah pelihara ikan Uaru relatif gampang. Di samping akuarium, filter air, dan aerator dibutuhkan juga air bersih serta pemberian pakan yang teratur. Sepasang ikan Uaru memiliki ukuran 25 cm yang dipelihara dalam akuarium, membutuhkan air sejumlah 300 liter dengan pH 7. Diluar itu, air akuarium mesti senantiasa jernih serta bersih.
Keadaan air yang jernih serta bersih juga nyatanya tetap kurang komplit. Ada satu hal lagi yang perlu di perhatikan yakni suhu air. Si kecil Uaru (yang ukurannya tetap 1 inch), memerlukan air bersuhu 28 derajat Celcius untuk terus bisa bertahan hidup, lantaran Uaru tak tahan pada air yang dingin. Oleh karenanya untuk amannya, akuarium butuh dipasangi heater (pemanas air akuarium).

Ikan Uaru yang sudah dewasa membutuhkan air bersuhu 24 - 26 derajat Celcius.Supaya airnya senantiasa bersih, tak hanya di beri filter, basic akuarium juga butuh di beri kerikil (batu kecil - kecil). Idealnya, dalam tiap-tiap akuarium dipasangi juga satu atau dua aerator. Bakal tambah baik lagi, apabila air akuarium ditukar tiap-tiap 4 hari sekali.

Uaru Amphyacanthoides
Uaru Amphycanthoides dewasa

Makanannya tak susah
Di alam aslinya, Uaru memiliki kesukaan makan tumbuhan dan larva ataupun cacing. Tetapi, sesudah ia ada di akuarium, makanan yang dilahapnya bisa ditata. Ia bisa diberikan makanan berbentuk udang kaleng serta cacing sutera (tubifex). Ikan Uaru yang tetap kecil yang panjangnya tetap 2 inch, di beri makanan berbentuk cacing sutera. sedang yang telah dewasa di beri makanan udang kaleng. Makanan diberikan saat pagi hari serta sore mendekati petang.

Penyakit serta pengobatannya
Ikan Uaru gampang terjangkit penyakit velvet. Penyakit ini umum menyerang sisi siripnya. Bila Uaru yang dipelihara siripnya bercak merah, bermakna ia telah terkena penyakit velvet. Jalan keluarnya, Uaru yang sakit mesti cepat - cepat dipisahkan dari Uaru yang lain yang sehat. Uaru yang tengah sakit ini lalu dimasukkan ke dalam akuarium sendiri, supaya ikan - ikan lain tak tertulari penyakit.

Air untuk ikan Uaru yang sakit mesti digabungi obat pembasmi penyakit velvet ini, berbentuk pomade serta blitzich. Keduanya digabung jadi satu dengan penambahan garam dapur. Akuarium ukuran 80 X 60 X 65 cm dengan air sejumlah 300 liter membutuhkan 1 (satu) sendok teh pomade, 50 gram garam dapur, serta 3 tetes blitzich. Sedang akuarium yang dahulu sempat dihuni si ikan yang tengah sakit itu, yang saat ini tetap ditempati ikan - ikan lain yang tetap sehat, butuh juga di beri kombinasi obat yang sama juga dengan komposisi sama. Air yang memiliki kandungan obat mesti dikuras tiap-tiap dua hari sekali, lalu ditukar air bersih yang juga sudah digabungi obat - obatan. Penyembuhan dikerjakan hingga bercak merah tak akan terlihat di sirip Uaru. Sedang akuarium yang dihuni ikan yang sehat cukup dikuras serta ditukar airnya dalam 5 hari.

Emperor Tetra (Nematobrycon Palmeri)

Written By Harri Akbar on Selasa, 08 Juli 2014 | 00.41


Emperor Tetra (Nematobrycon palmeri) | Akuarium Hias -Ditemukan di perairan rio atrata serta rio san juan Colombia. Ikan ini yaitu type tetra yang tubuhnya agak lebar bila disbanding cardinal tetra. Tanda-tanda fisik ikan ini yaitu mempunyai garis biru samar serta garis hitam terang disepanjang badannya serta kekuningan di ujung sirip bawah nya. benar-benar pas jika jadikan penghias aquascape anda lantaran gemerlap warnanya
Emperor Tetra
Emperor Tetra adalah ikan akuarium yang tenang serta bakal terganggu oleh spesies yang lebih riuh. Dapat tumbuh hingga 4, 2 cm. ikan Ini lebih suka pada pH 6, 5, kekerasan 50-100 mg/l serta suhu 23-27 ° C. ikan Ini tak bergerombol dengan sama mudahnya seperti umumnya tetra. Tetapi, dengan menambahkan air dingin yang fresh, sekumpulan besar ikan emperor tetra bakal bergerombol didalam akuarium sepanjang sebagian menit.
Emperor Tetra
Ikan ini adalah jenis omnivora yang mengonsumsi pellet kecil serta cacing beku tetapi dalam pembibitan dianjurkan memakai makanan hidup seperti Daphnia.

Ikan Palmas

Written By Harri Akbar on Minggu, 29 Juni 2014 | 20.46

ikan palmas

Ikan Palmas | Akuarium Hias -Adalah ikan yang tergolong dalam Family Polypteridae (Bichir), berarti ikan bersirip banyak. Ikan ini terhitung ikan primitif serta kerap dikatakan sebagai " snake like fish " (ikan mirip ular). Penyebaran paling banyak ditemui di Afrika Barat.

Palmas yaitu ikan pemangsa (predator), carnivora. Ikan ini memiliki kekuatan untuk mengambil udara dalam air dengan alat yang sudah termodifikasi sedemikan rupa mirip paru-paru, selain itu ia dapat untuk merayap di atas tanah dengan memakai sirip dadanya yang kuat. Oleh karena itu dalam memelihara palmas disarankan supaya berikan penutup yang baik untuk menghindar ikan itu kabur. Palmas bisa dipelihara berbarengan dengan ikan kelompok Cichlidae yang mempunyai ukuran semakin besar.

ikan palmas

Panjang rata-rata ikan palmas yaitu 30 cm. Hidup pada kisaran pH 6. 5 - 7, serta temperatur 16-27 ° Celcius. Untuk carnivora, pakan utama palmas yaitu pakan hidup berbentuk ikan kecil, atau daging-dagingan lain seperti daging udang atau daging ikan.

Selama ini sekurang-kurangnya di ketahui ada 3 sub-species palmas yakni :
  • Polypterus palmas palmas
  • Polypterus palmas polli
  • Polypterus palmas buettikoferi
ikan palmas
Type kelamin
Type kelamin palmas bisa dibedakan dengan cara melihat dari lebar sirip anus. Untuk Sirip anus palmas jantan lebarnya nyaris 2 kali lebar sirip anus palmas betina.

Breeding.

Pada saat breeding palmas jantan bakal " memeluk " si betina, lalu bakal menghasilkan sperma pada waktu si jantan " menangkap " telur-telur yang dikeluarkan si betina. Sesudah dibuahi telur-telur itu bakal jatuh ke atas substrate akuarium. Biasanya telur-telur itu bakal menetas kurun waktu 4 hari.

Royal Pleco (Panaque Nigrolineatus)

Written By Harri Akbar on Senin, 23 Juni 2014 | 20.40


Royal Pleco


Royal Pleco (Panaque nigrolineatus) | Akuarium Hias - Adalah ikan keluarga pleco yang menyebar di seputar sungai Amazon serta percabangannya seperti Rio Orinoco yang memanjang di Columbia serta Venezuela. Royal pleco umum di kenal juga untuk Royal plec, Royal panaque, Royal catfish serta sebagian nama lokal seperti Carachama (spanyol), Acari-da-pedra (portugis) serta Panaque (Venezuela).

Untuk keluarga Loricariidae, Royal pleco atau Royal plecostomus ini dapat memiliki kode nama L yaitu L190 atau L027. L190 serta L027 adalah satu spesies, cuma saja L027 di market lebih ditujukan pada royal pleco yang datang dari sungai-sungai di Brazil yang memiliki variasi warna sedikit keemasan.

Royal pleco memiliki wujud fisik seperti umumnya keluarga pleco. Ukuran badannya bisa meraih panjang 43 cm. Badan ikan ini berwarna abu-abu jelas dengan garis-garis lengkuk berwarna abu-abu gelap. Mata ikan berwarna merah hingga kontras dengan warna badannya. sebagian variasi spesies ini memiliki warna yang tidak sama seperti warna basic badan yang condong keemasan. Sirip punggung ikan lebar dengan tepian sirip berwarna krem serta keemasan. Kepala ikan ini relatif besar apabila di banding pleco type lain dengan kulit yang kaku, keras serta tiada sisik. Royal pleco tidaklah perenang handal lantaran badannya yang berat serta tak fleksibel, tetapi mereka memiliki mulut penghisap yang kuat hingga dapat bertahan di bebatuan atau kayu waktu arus air benar-benar kuat. Seperti genus panaque yang lain, ikan ini dilengkapi dengan gigi sendok yang tajam dengan sisi ujung yang lebih lebar. Ikan ini dapat dilengkapi dengan buccal papilla yakni kulit penutup yang ada dalam mulut.

Royal Pleco

Untuk perawatan di aquarium, royal pleco memerlukan tangki yang lebar lantaran ukuran badannya yang dapat tumbuh besar. Untuk seekor ikan muda sekurang-kurangnya memerlukan aquarium dengan panjang 60-80 cm. Sedang untuk ikan dewasa memerlukan aquarium memiliki ukuran panjang 150-200 cm dengan tinggi serta lebar 60 cm. Penyediaan ukuran aquarium yang lebar juga dikarenakan ikan yang berbentuk teritorial. Aquarium yang terlampau sempit bakal bikin ikan sama-sama menyerang serta bisa mengakibatkan luka kronis. Setting aquarium dengan sedikit sinar atau perbanyak tempat bersembunyi. Kayu besar atau yang banyak cabang benar-benar pas untuk dekorasi aquarium. Pemberian tanaman yang berdaun keras untuk dekorasi akan bikin ikan makin nyaman. Air sebaiknya lunak dengan pH 6-7 serta suhu 22-300C. Ikan ini memerlukan oksigenasi yang benar-benar baik terlebih di level basic air. Filtrasi mesti cukup kuat lantaran ikan bakal buang banyak kotoran sesudah makan. Royal pleco memiliki ciri-ciri pendamai. Ikan-ikan non agresif atau semi agresif yang lain bakal pas apabila jadikan tankmate seperti cichlid maupun barb. Janganlah campur dengan ikan yang benar-benar agresif lantaran bakal melukai ikan

Ikan yang memiliki persamaan kata nama latin Chaetostomus nigrolineatus ini memiliki karakter herbivora. Di habitat aslinya, mereka bakal mengonsumsi beragam material tanaman dimulai dari kayu yang busuk, alga serta beragam vegetasi air yang lain. oleh karenanya, berpikirlah lagi untuk merawatnya dalam aquascape. Untuk perawatan di aquarium bisa di beri makanan seperrti alga, mentimun, selada, bayam serta makanan tablet memiliki bahan sayuran. Ikan ini dapat terima pellet ikan tetapi tambah baik apabila pellet datang dari tanaman. Sebagian peternak menentukan membikinkan pellet sendiri yang datang dari variasi tanaman untuk makanan ikan ini.

Tehnik breeding royal pleco di aquarium adalah hal yg tidak umum. Persediaan ikan di market umumnya dipanen dari alam liar. Populasi ikan diprediksikan selalu alami penurunan lantaran penangkapan dengan cara liar di alam untuk di perdagangkan. Bila mau berusaha untuk memijahkannya, coba untuk bikin tiruan musim kering yang diikuti musim hujan di aquarium. Simulasi musim hujan bisa di buat lewat cara bikin air jadi lebih dingin, lebih lunak serta lebih asam. Air hujan bisa jadi alternatif waktu perubahan air untuk sistem memijah. Membedakan type kelamin pada pleco ini benar-benar sulit, umumnya sistem pembedaan bisa dikerjakan dengan lihat papilla. Bila papilla bulat serta tumpul bermakna berjenis kelamin betina sedang bila runcing serta kecil maka berjenis kelamin jantan.

Ikan Garpu Ekor Kuning (Forktail Rainbowfish)

Written By Harri Akbar on Senin, 16 Juni 2014 | 19.01

Forktail Rainbowfish

Ikan Garpu Ekor Kuning (Forktail Rainbowfish) | Akuarium Hias -Spesies endemik Papua Nugini. Banyak menempati habitat perairan yang penuh dengan vegetasi dan sungai-sungai rimba hujan yang mengalir deras.
Lantaran ikan ini datang dari perairan dengan vegetasi yang lebat, maka set-up akuarium bertanaman air benar-benar pas untuk ikan ini. Ikan ini kerap berenang di dekat daerah permukaan air, hingga siapkan juga tanaman air yang mengambang supaya ikan ini terasa nyaman.
Rainbowfish ini yaitu ikan omnivora. Pakan type apapun yang didapatkan bakal dimakan oleh ikan ini, tetapi ikan ini lebih suka pada pakan hidup atau pakan beku yang kecil,biasa hidup pada air yang memiliki pH 7-8 dengan temperature 24-28 derajat Celcius.

Forktail Rainbowfish
gerombolan rainbowfish

Rainbowfish yaitu ikan yang pendamai. Benar-benar pas untuk dipelihara dalam akuarium komune. Tankmates yang pas untuk rainbowfish ini yaitu ikan akuarium komune yang kecil seperti tetra, rasbora, danio, dan sebagainya. Memeliharanya dengan cara berkelompok juga adalah pilihan yang baik. Sekurang-kurangnya ada enam ekor ikan dalam satu grup. Faedah yang didapat dari memeliharanya dengan cara berkelompok satu diantaranya untuk kurangi tingkat keagresifan ikan jantan. Kadang-kadang ikan jantan berlaku agresif pada ikan betina apabila memeliharanya dengan cara berpasangan.

Dimaksud juga forktail blue-eye atau yellow forktail. Ikan ini kadang-kadang tetap di jual dengan nama Popondetta furcatus. Nama itu sesungguhnya tak sah lantaran genus Popondetta sudah dipakai untuk menamai suatu genus kumbang. Genus ini lalu dirubah jadi Popondichthys sebelum saat bertukar kembali jadi Pseudomugil.
Forktail Rainbowfish
Pemijahan
Pemijahan mesti dikerjakan dengan cara berkelompok. Siapkan kurang lebih 10 ekor rainbowfish dengan perbandingan 2 ekor jantan serta 8 ekor betina. Akuarium yang dipakai bisa memiliki ukuran kecil. Media yang dipakai untuk tempat pemijahan bisa berbentuk gumpalan tanaman air atau pel pemijahan, tetapi pel pemijahan lebih gampang dipakai. Rainbowfish ini bakal bertelur tiap-tiap hari walau tak terlampau produktif. Tiap-tiap 24 jam, setiap betina kurang lebih bakal menelurkan 5-10 butir telur. Telur-telur itu bakal melekat pada media pemijahan. Bebaskan telur-telur itu dari media pemijahan kurun waktu 24-48 jam serta pindahkan dalam wadah kecil dengan air dari akuarium pemijahan. Telur-telur itu bakal menetas kurun waktu 7-15 hari. Buanglah telur-telur yang sudah berjamur. Sesudah menetas beri pakan beberapa burayak dengan infusoria pada minggu pertama. Apabila telah cukup besar beri makan dengan naupili. Burayak-burayak itu setelah menetas bisa diletakkan dalam akuarium untuk ikan dewasa.

Memelihara Koi Dalam Kolam

Written By Harri Akbar on Sabtu, 14 Juni 2014 | 09.18


Memelihara Koi Dalam Kolam

Memelihara Koi Dalam Kolam | Akuarium Hias -Menjaga serta pelihara Ikan Koi yang baik satu kewajiban untuk hobyis ikan koi. Pokok mendasar yang butuh di ketahui yaitu kolam yang pas, air yang sesui serta tehnik pemberian pakan. 

Kolam Ikan Koi Yang Cocok 

Ikan Koi dapat di memelihara di kolam tanah, kolam semen, kolam taman. Memeliharaan ikan koi dalam aquarium tak disarankan. Lantaran koi memerlukan areal berenang luas serta dalam. Diluar itu, keindahan koi terdapat pada punggung berwarna warni. Bila dipelihara dalam aquarium keelokan badan serta warna tak tampak optimal. 

Ukuran kolam koi disarankan minimum 1, 5m x 2m dalaman 80-50cm. Bila kolam telalu dangkal, tubuh ikan bakal terus-menerus terkena cahaya matahari. Terlampau banyak terkena cahaya matahari bisa mengubah warna badan koi jadi pucat serta perkembangan terhalang. 

Butuh di perhatikan jarak air ke bibir kolam minimum 25cm bermanfaat untuk menghindar koi melompat ke daratan. Kolam mesti dilengkapi saluran pembuangan dibagian bawah. Dibagian atas kolam dipasang pipa untuk menyalurkan air bersih yang sudah diendapkan. 

Memelihara Koi Dalam Kolam
Air Untuk Ikan Koin Yang Baik 

Filter berlapis butuh dipasang untuk melindungi kebersihan serta kelancaran pasokan air. Filter dapat dibuat empat lapis atau lima, adalah :
  • Filter pertama terbagi dalam kerikil, pasir, serta ijuk berperan menyaring sampah serta Lumpur yang mengotori kolam. 
  • Filter ke-2 berbentuk karbon zeolit berperan menyingkirkan toksin, bau tidak enak, serta membunuh bibit penyakit. 
  • Filter ketiga berbentuk pestisida yang tidak mematikan bakteri pengurai yang bertindak dalam sistem penjernihan air kolam. 
  • Filter ke empat berbentuk tanaman atau bebatuan yang bisa mengikat kotoran. 


Derajat keasaman (pH) air yang pas untuk perkembangan koi yaitu 6, 5-8, 5. Untuk melindungi aliran air dapat dipasang pompa yang dapat menyalurkan air sejumlah 25 liter per menit. Lewat cara ini, air kolam tidak butuh kerap dibikin bersih, namun butuh bersihkan filter serta bak filter. Langkahnya, semprot filter dengan air bersih seputar 5-10 menit. 

Apabila memakai penyaring ini, baiknya pergantian air kerjakan dua minggu sekali. Maksudnya untuk buang zat-zat toksin dari sisa-sisa makanan yang terurai jadi nitrit beresiko untuk kesehatan ikan. 

Langkah Pemberian Pakan Ikan Koi 

Pakan berperan untuk membuat badan ideal serta mencemerlangkan warna pada ikan koi, juga untuk media penghubung untuk menyembuhkan ikan koi yang sakit. Type pakan yang didapatkan dapat berbentuk pakan alami atau pakan buatan. Pakan itu memiliki kandungan gizi seimbang sesuai sama dengan keperluan ikan koi. Pakan baiknya diberikan 2 x satu hari, pagi serta sore supaya keperluan gizi ikan terpenuhi. 

Type pakan yang dipakai untuk meningkatkan perkembangan ikan koi supaya badan ideal yaitu wheat germ. Pakan terbuat berbahan yang memiliki kandungan protein tinggi seperti, gandum, tepung udang, tepung ikan, serta bungkil kacang kedelai. 

Kandungan protein seputar 32%. Diluar itu wheat germ juga memiliki kandungan vitamin A, D, E, K, B2, B6, B12, niasin, vitamin C serta unsur-unsur mineral lain seperti  choline chloride,kalsium, panthetonate, trace mineral, serta antioksidan. 

Memelihara Koi Dalam Kolam
Sesaat, pakan untuk mencemerlangkan/mempertajam warna koi yaitu pakan memiliki kandungan zat karoten. Zat itu bisa merangsang timbulnya warna pada ikan koi. Dengan cara alami didalam badan ikan koi ada zat karoten berbentuk antaxanthin membuahkan warna merah, serta lutein membuat warna kuning kehijauan. 

Pakan ikan koi yang memiliki kandungan zat karoten salah satunya ; wortel, alga atau ganggang Spirullina, serta Chlorella, semangka, sawi, kubis serta cabai hijau. Sedang pakan dari hewan dapat diberikan kepiting, udang-udangan, krill, trout, salmon, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, serta cacing darah. 

Dengan pelihara ikan koi yang baik yakni mencermati kolam ikan yang pas, mutu air serta pemberian pakan yang pas siapa tahu koi hobyis jadi juara, semoga. 
 
Support : Creating Website | Ikan Hias | Akuarium Hias
Copyright © 2011. Akuarium Ikan Hias - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Akuarium Hias
Proudly powered by Blogger